cerita pendek
—Judul: Secangkir Kopi di Pagi Hujan—
Hujan rintik-rintik menyapa pagi ini. Udara dingin menusuk tulang, membuatku ingin bersembunyi di balik selimut tebal. Namun, aroma kopi yang harum menusuk hidung, membangunkanku dari mimpi.
Aku berjalan menuju dapur, langkahku berat karena dinginnya lantai. Di meja makan, sudah tersedia secangkir kopi panas yang mengepul. Aroma kopinya begitu menggoda, membuatku lupa sejenak dengan dinginnya pagi.
Sambil menyesap kopi, aku memandang luar jendela. Hujan semakin deras, membasahi jalanan dan pepohonan. Aku teringat pada masa kecilku, saat hujan selalu menjadi teman bermain. Kami bermain hujan-hujanan, berlarian di bawah guyuran air, tertawa lepas tanpa beban.
Secangkir kopi ini terasa hangat di tenggorokanku, menghangatkan tubuh dan jiwaku. Hujan di luar semakin deras, tapi di dalam hatiku, ada rasa tenang dan damai.
Komentar
Posting Komentar